Selasa, 29 Desember 2009

Tugas Soft Skill 3

KPK Tak Kebagian Crown, Pakai Innova Sejak 2004



Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) tidak termasuk 79 pejabat negara yang kebagian mobil dinas Toyota Crown Royal Saloon. Jika diberi pun KPK akan menolak. KPK lebih nyaman dengan Toyota Innova yang dipakai sejak KPK periode pertama.

"KPK tidak mendapat Toyota Crown dan kalau diberi pun kami akan menolak. Kami tidak ada rencana meminta mobil dinas baru," kata Humas KPK Johan Budi kepada detikcom, Rabu (30/12/2009).

Menurut Johan, pimpinan KPK sudah memiliki mobil dinas Toyota Innova yang dimiliki sejak kepemimpinan Taufiqqurahman Ruki sekitar tahun 2004 dan belum pernah diganti. Mobil dinas hanya untuk keperluan dinas, bahkan pimpinan KPK tidak menggunakannya untuk berangkat dan pulang kerja.

"Pimpinan selalu naik mobil pribadi kalau ke kantor. Nanti kalau ada keperluan keluar pada saat kerja, baru memakai mobil dinas," jelas Johan.

Menurut Johan, KPK sangat mengimbau para pejabat negara untuk hidup sederhana. "Dalam situasi seperti ini, keteladanan itu harus datang dari para pemimpin untuk hidup sederhana. Apakah Crown itu dianggap biasa saja? Innova juga sudah cukup nyaman," pungkasnya.

Menurut Toyota, harga Crown Royal Saloon Rp 1,3 miliar, sudah termasuk pajak. Sedangkan menurut Mensesneg Sudi Silalahi, sedan ini pada kisaran Rp 800 juta dan pajaknya kembali ke negara. Sementara Kijang Innova paling mahal saat ini sekitar Rp 290 juta.

0 komentar:

Template by : kendhin x-template.blogspot.com